Home / HeadLines / 13 Anak Punk Di Hukum Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

13 Anak Punk Di Hukum Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

MediaMadiun.Com-  Sebanyak 13 anak jalanan dan 2 pengemis berhasil diamankan oleh satuan pamong praja (Sat Pol PP) Kabupaten Ngawi, kemarin (10/5). Para anjal dan pengemis yang tertangkap lantas dibawa ke kantor sat pol pp Ngawi guna dilakukan pendataan. Namun ada yang menarik kali ini, para anak punk selanjutnya dibariskan di halaman untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. ‘’ Sengaja kami suruh menyanyikan lagu Indonesia raya, untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsanya,’’ ujar Rahmad Didik, Kasatpol PP Kabupaten Ngawi.

Didik menambahkan, selain menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya. Seluruh anak punk, imbuh dia, juga dituntut untuk menghafal Pancasila. Dari ke tiga belas anak punk tersebut, beruntung tak satupun yang didapati tak hafal lima sila itu. Untuk memberikan efek jera terhadap mereka. Petugas memangkas satu persatu rambut para anak punk itu. ‘’ Sudah gondrong di warna lagi, jadi kita potong saja biar tambah rapi, ‘’ lanjutnya sambil menunjukkan sisa potongan rambut anak jalanan.

Usai dilakukan pembinaan, para anjal selanjutnya diserahkan kepada dinas sosial setempat. Dari ke tiga belas anak tersebut, lima diantaranya berasal dari Ngawi, sisanya berasal dari kabupaten Ponorogo dan Pacitan. ‘’ Mereka akan dididik dan diberikan bekal keterampilan agar kelak tak mengamen lagi, ‘’ terangnya.

Sementara itu, Roni Saputra, salah seorang anak punk mengaku petugas menangkapnya saat berada di perempatan terminal lama. Ia berkilah bahwa keberadaanya di Ngawi bukan untuk mengamen melainkan hanya mampir saja. Tujuan awal, lanjut dia, sebenarnya ialah mau ke tempat teman yang beralamatkan di Bojonegoro. ‘’ Tadi dari Ponorogo numpang truk, lha baru saja turun kok langsung ditangkap, ‘’ kilahnya.

Terkait dengan dandanannya yang ala punk itu. Roni tak menampik jika dirinya di sebut anak punk. Ia pun hanya bisa pasrah saat digelandang ke kantor sat pol pp. Atas kejadian tersebut, ia dan rekan-rekannya berjanji tak akan nggelandang lagi, terlebih di kabupaten Ngawi. ‘’ Wong saya nggak ngamen kok ditangkap, ‘’ sangakalnya lagi. (deel)

About Dahlan Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *